Selasa, 04 Oktober 2016

13 Hal Penting Tentang Kista

Kista, sekilas terdengar menakutkan, padahal dgn mengetahui informasinya dengan cara akurat, pencegahan & penanganan dini bisa dilakukan. Berikut 13 elemen utama yg butuh ketahuan menyangkut kita.



1. Apa sebenarnya kista itu?

Kista ialah sebuah wujud pertumbuhan abnormal dari dinding ovarium. Dalam siklus reproduksi perempuan, satu sel telur dalam indung telur dapat mengalami ovulasi tiap-tiap bulannya. Ovulasi merupakan proses pematangan sel telur dalam indung telur yg ditandai dgn keluarnya sel telur buat seterusnya oleh serabut fimbria diboyong ke saluran telur (tuba falopii). Sel telur yg matang siap buat dibuahi jikalau berjumpa sperma di saluran falopii. setelah itu, sel telur dengan cara normal dapat mengalami degenerasi hilang diserap oleh badan seandainya tak dibuahi.

2. Apa yg dimaksud dgn kista fisiologi & patologis?

Kista dibedakan jadi 2, merupakan kista fisiologis & patologis. Kista fisiologis yakni kista yg dapat menghilang terhadap waktu siklus haid yg bakal datang. Disebut patologis kalau kista itu tak menghilang kepada siklus haid berikutnya.

3. Mengapa kista tidak sedikit berjalan terhadap organ reproduksi wanita belakangan ini?

Salah satu pemicu terjadinya kista merupakan makanan berlemak. Subtitusi hormon estrogen dalam badan diduga pun sanggup memudahkan tumbuhnya kista, miom, & lainnya.

4. Apakah kista dapat memengaruhi kesuburan?

Tidak senantiasa. Kista yg tetap mungil & jinak, umpama, tak dapat memengaruhi kesuburan. Kista fungsional (kista folikel & kista korpus luteum) pun tak mengganggu kesuburan dikarenakan kista ini bakal hilang bersama sendirinya bersamaan bersama datangnya haid. Seperti ketahuan, kista fungsional tumbuh tiap-tiap bln & dapat pecah terhadap periode subur utk melepaskan sel telur yg mampu dibuahi oleh sperma. Namun benar-benar ada juga kista yg bisa memengaruhi kesuburan & menghambat terjadinya kehamilan, seperti kista endometriosis kista yg disebabkan pertumbuhan jaringan endometriosis di luar rahim).

5. Apakah kista bisa muncul terhadap waktu hamil?

Pada sebahagian perempuan, kista justru terdeteksi kepada musim kehamilannya. Kista ini dapat saja telah ada sebelum ibu berbadan dua, tapi tak terdeteksi. Adanya peningkatan hormon estrogen kala kehamilan benar-benar mampu memicu terjadinya pembesaran kista.

6. Bagaimana penanganan medis buat kasus seperti itu? 

Selama tak mengganggu kehamilan, kista biasanya dapat dibiarkan sambil dipantau apakah dapat mengecil, menghilang, menetap bersama ukuran konsisten, atau malah membesar. Hanya kista yg membesar yg dikhawatirkan mampu memunculkan komplikasi & kegawatan kepada kehamilan. Pemantauan itu sekaligus utk mengetahui, apakah ada keganasan kepada kista atau tidak.

7. Bagaimana satu buah kista dinyatakan ganas atau tidak?

Untuk mengetahui apakah sebuah kista bakal jadi ganas atau tak bisa dilakukan melalui sensor darah atau USG Color Doppler (warna). Dengan fasilitas tersebut sanggup didapati arus darah yg mengalir ke kista. Kista dinyatakan ganas kalau disertai ciri-ciri ada arus pembuluh darah yg bertambah ke arah kista tersebut. Juga ada gambaran tertentu seperti dinding yg menebal atau tidak beraturan. Untuk tentukan kembali rata-rata dapat dilakukan sensor kadar kandungan Ca 125 yg sanggup mendeteksi kecenderungan ke arah tumor ganas.

8. Adanya kista selagi kehamilan, apakah bakal mengganggu pertumbuhan janin? 

Sekali lagi tak senantiasa. Kista yg mungil & tak membesar kebanyakan tak dapat mengganggu kehamilan ataupun pertumbuhan janin. Kista berukuran besarlah (di atas 7 centi meter) yg berisiko mengganggu kehamilan. Di antaranya sanggup memunculkan rasa nyeri bagi ibu hamil seandainya tangkai kistanya terpuntir. Kista bisa mengganggu perkembangan rahim kalau keberadaannya hingga mendesak rongga perut. Pertumbuhan janin pula mampu tertahan sebab pembuluh-pembuluh darah yg menyuplai oksigen ataupun bahan-bahan makanan buat bayi tertunda akibat terdesak oleh kista.

9. Bagaimana rata-rata penanganan medis utk kista berukuran akbar yg dialami ibu hamil?

Meski sanggup memengaruhi kehamilan, jangan sampai buru-buru menganggap bahwa kista mesti langsung diangkat atau dioperasi. Proses pengangkatan bergantung terhadap besar nya kista & umur kehamilan. Bila kista yg ada berukuran agung & berbahaya untuk janin, pengangkatan bersama operasi bisa dilakukan waktu kehamilan telah memasuki 16 pekan (trimester II).

Namun, seandainya kista baru didapati ketika kehamilan telah memasuki trimester ke-2 & ukurannya telah mencapai 3 – 4 centimeter dapat dilakukan observasi atau pengamatan apalagi dulu. Bila ukurannya terus tak( beralih) sehingga pengangkatan kista (operasi) sanggup dilakukan sesudah melahirkan. Apalagi jikalau ini ialah kehamilan yg perdana & ibu mengharapkan persalinan normal.

10. Mengapa pengangkatan kista mesti dilakukan kepada trimester II?

Pengangkatan kista di awal kehamilan amat berisiko menyebabkan ibu mengalami keguguran. Sebaliknya, pengangkatan kista kepada umur kehamilan 16 pekan relatif aman lantaran plasenta telah terbentuk dgn sempurna maka mampu membawa alih fungsi ovarium (indung telur) buat mempertahankan hormon-hormon terhadap musim kehamilan.

11. Apakah tak berbahaya melaksanakan pengangkatan kista terhadap dikala kehamilan?

Pengangkatan kista ovarium terhadap kala hamil, tak dapat mengganggu janin. Tempat janin & kista yaitu tidak serupa. Janin bertempat dalam rahim, sedangkan kista berada terhadap indung telur (ovarium). Pengangkatan kista yg ukurannya gede atau mengarah kepada keganasan dilakukan buat menyelamatkan janin, lantaran seandainya kista tak diambil bakal berjalan komplikasi tatkala kehamilan. Pengangkatan kista bakal ditunda seandainya tak ada hal-hal yg emergensi seperti kista pecah atau terpuntir yg memunculkan rasa melilit & nyeri yg sangat.

12. Mungkinkah ibu hamil yg mempunyai kista jalankan persalinan normal? 

Jika kista terhadap ibu hamil cuma berukuran mungil kurang lebih( 2-3 centi meter) persalinan mampu dilakukan dengan cara normal. Sementara terhadap kista berukuran gede lantaran berisiko menyebabkan terjadinya kemacetan diwaktu persalinan, proses kelahiran kebanyakan disarankan lewat operasi sesar.

13. Mengapa kista bisa mengganggu persalinan?

Kista sanggup menyebabkan letak janin di dalam rahim jadi abnormal. Semestinya memasuki trimester akhir, posisi janin telah menuju jalan lahir. tapi, dikarenakan terdesak oleh kista sehingga letaknya menjadi melintang atau miring. Akibatnya, pasti saja bisa memengaruhi proses persalinan. Bila keadaannya seperti ini sehingga persalinan kebanyakan dilakukan bersama operasi sesar.

>> Obat Kista <<

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar